Konflik bangladesh

Konflik bangladesh

Konflik Bangladesh: Warisan Penjajah Inggris

Negeri Bangladesh mayoritas beragama Islam (Muslim 83%, Hindu 16%, dan sisanya 1%). Pengaruh Islam di Bangladesh tidak bisa dipisahkan dari masuknya Islam ke Benua India (yang sekarang menjadi tempat tiga negara: Pakistan, India dan Bangladesh).

Ekspedisi tentara Islam yang pertama (637 M) dikirim pada masa Khalifah Umar bin Khaththab untuk menaklukkan daerah pesisir barat Indo-Pakistan. Pada masa Walid bin Abdul Malik (khalifah ke 6 Dinasti Umayyah 705-715 M) tentara Islam di bawah pimpinan Muhammad bin Qasim menaklukkan Sind, Pakistan Barat (711 M). Saat itu pemerintahan Islam menguasai benua India, termasuk Bangladesh. Invasi penjajah Barat mulai muncul pada tahun 1600-an saat para pedagang Eropa memasuki Bengal. Pada abad ke-19 Inggris menguasai seluruh India dan menjajah negara itu.

Sekarang Bangladesh merupakan salah satu negeri yang paling padat penduduknya (133.376.684 jiwa) di dunia. Penemuan gas alam pada awalnya diharapkan bisa memberikan pendapat yang lebih besar bagi penduduknya. Namun, kekacauan politik negeri ini membuyarkan harapan itu. Penduduknya tetap saja diliputi kemiskinan dengan rata-rata pendapatan penduduknya 380 US dolar.

Negeri ini lahir dari konflik dengan Pakistan pada tahun 1970. Awalnya, Bangladesh merupakan bagian dari Pakistan yang memisahkan diri dari India. Pada tahun 1949 Liga Awami didirikan di Pakistan Timur (Bangladesh sekarang) untuk mengkampanye-kan pemisahan diri dari Pakistan (Barat). Pada tahun 1971 Sheikh Mujib dan Liga Awami memproklamirkan kemerdekaan dari Pakistan Timur pada tanggal 26 Maret. Negara Baru ini kemudian disebut Bangladesh. Pada waktu itu 10 juta orang Bangladesh melarikan diri ke India sebagai tentara, dan Pakistan Barat akhirnya dikalahkan dengan bantuan India.

Konflik yang terjadi di Asia Selatan ini tidak bisa dilepaskan dari warisan kolonial Barat (Inggris) untuk memunculkan konflik berbatasan di negeri-negeri yang ditinggalkannya. Tidak mengherankan hingga saat ini masih terjadi konflik perbatasan antara India, Pakistan dan Bangladesh; seperti konflik yang muncul di wilayah Junagadh, Hyderabad, serta Jammu dan Kashmir.

Pecahnya Pakistan juga bukanlah tanpa kesengajaan. Pasalnya, saat itu Pakistan Timur dan Barat dipisah oleh wilayah India lebih kuran 1500 KM. Jelas pembagian wilayah perbatasan seperti ini akan menjadi bom waktu yang menyebabkan konflik terus-menerus di daerah tersebut. Pada gilirannya, keberadan konflik ini akan menjadi media penjajah untuk melakukan campur tangan di daerah tersebut. Konflik perbatasan ini juga menimbulkan ketergantungan dari negara-negara yang berkonflik kepada negara-negara Barat yang mereka harapkan mendukung kepentingan mereka